LAHAN JADI LAPAK SAMPAH PELAJAR SMPN 5 MARAH

MOJOKERTO NEWS – MOJOKERTO: Pelajar dan guru SMPN 5 Kota Mojokerto resah adanya bahu tak sedap disekitar sekolahannya. Ini imbas lahan kosong di area mesin pompa PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto di jalan Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari kini dijadikan lapak sampah oleh warga setempat.
Pantauan dilokasi, sampah rumah tangga tampak beresakan hingga meluber ke badan jalan. Bau busuk yang menyengat mulai mengganggu pengguna jalan. Sebab, lokasi TPS liar itu persis di tepi jalan.
Volume sampah buangan warga sekitar di lahan yang berada di sebelah timur SMPN 5 tersebut tampak kian besar. Keberadaan TPS liar ini tidak saja dikeluhkan warga, namun sekolah yang bersebelahan dengan lahan pun terkena imbasnya.
“Keberadaan TPS liar ini tentunya sangat berpotensi mencemari lingkungan dan mengotori wajah kota,” kata Sulis, warga setempat.
Menurutnya, aroma yang ditimbulkan dari gundukan sampah sangat mengganggu kesehatan. “Selain baunya tidak sedap, sumber penyakit bisa berasal dari TPS liar ini,” ujarnya.
Sampah tersebut, menurutnya, sebagian besar limbah rumahtangga berupa plastik serta sisa bahan masakan akibat aktivitas warga membuang sampah di lahan kosong itu.
Kepala SMPN 5 Kota Mojokerto, Hermin Titisnawati mengatakan, letak lahan kosong yang berimpitan dengan tembok luar sekolah yang tak terawat dan ditumbuhi pohon liar serta menjadi lapak sampah berimbas pada lingkungan sekolah. Bahkan, upaya untuk menjadikan sekolah Adiwiyata pun sulit diwujudkan. “Syarat minimal sekolah Adiwiyata yakni radius lima puluh meter dari sekolah harus bersih dan asri. Kondisi lahan kosong itu sangat tidak mendukung untuk mewujudkan SMPN 5 menuju sekolah Adiwiyata,” kata Hermin.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Mojokerto, Happy Dwi Prasetyawan menegaskan, semua aktivitas pembuangan sampah di lahan kosong atau liar itu harus dihentikan. “Munculnya TPS liar di jalan Meri lantaran kurangnya kesadaran masyarakat soal pentingnya membuang sampah secara benar,” katanya.
Secepatnya, kata Happy, petugas DKP akan melakukan pembersihan. “Tapi itu langkah jangka pendek. Yang lebih penting, warga harus digugah agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan,” cetusnya.
Ia pun meminta aparat kelurahan setempat proaktif mendekati warga agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak memanfaatkan TPS liar itu lagi.
Soal keluhan SMPN 5, Happy mengungkap jika pihaknya sudah menyarankan agar mengajukan ijin pemanfaatan lahan ke DPPKA setempat. “Diajukan saja ke DPPKA. Kalau disetujui, sekolah bisa memanfaatkan bahkan menyatukan dengan area sekolah,” tukasnya. (top)

Related posts:

This entry was posted in Mojokerto Kota, Terkini. Bookmark the permalink.