POLISI ANCAM TAHAN PELAJAR ABORSI

MOJOKERTO NEWS – MOJOKERTO: Polres Mojokerto kini tengah menyelidiki dugaan kasus aborsi yang dilakukan St (19), warga Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

ilustrasi / aborsi

Polisi juga akan memeriksa AS, pacar korban, yang diduga mengetahui proses aborsi yang dilakukan St. Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Effendi Lubis dikonfirmasi, (30/8), membenarkan saat ini pihaknya tengah mengumpulkan keterangan dari saksi korban maupun yang lain. Kasus ini, lanjut Effendi, bukan delik aduan, tapi delik murni atau pidana. Polisi tidak perlu menunggu adanya laporan korban, langsung menangani. “Polisi meminta keterangan petugas RSUD Mojosari yang merawat korban terkait kondisi kesehatan korban,” jelasnya. Jika kondisi korban sudah memungkinkan untuk diminta keterangan, maka polisi akan secepatnya melakukan pemeriksaan kasus itu. ”Selain itu, kita juga akan meminta keterangan pacar korban. Jika dalam pemeriksaan nanti AS terbukti ikut terlibat dalam kasus aborsi, maka sang pacar akan terancam hukuman 12 tahun penjara karena perbuatannya dinilai melanggar Pasal 347 ayat 1 KUHP tentang aborsi,” urainya. Sesuai informasi didapatkan polisi, korban masih berstatus pelajar SMA hamil tiga minggu diduga hasil hubungannya dengan AS. Karena kebingungan, untuk menutup aib itu mereka menempuh aborsi dengan cara menenggak obat penggugur kandungan. Setelah obat diminum, korban mengalami pendarahan hebat hingga tak sadarkan diri. Oleh keluarganya, korban dilarikan ke RSUD Mojosari. (sav)

Related posts:

This entry was posted in Kabupaten Mojokerto, Terkini. Bookmark the permalink.