TUNTUT DIMEDIASI, BURUH LURUK DISNAKERTRANS

Mojokerto-(mojokertoNews):  Di PHK sepihak puluhan aktivis buruh yang tergabung dalam Federasi Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (FPPBI) Mojokerto mengelar demo mengadu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Mojokerto, Selasa (12/2).

aksi buruh di kantor Disnaker Kota Mojokerto/yud.

Mereka meminta Disnaker memediasi karyawan dengan pihak PT. Graha Anugrah Exim yang memberhentikan mereka  sepihak dengan alasan perusahaan pindah ke Pamekasan.
Menurut perwakilan buruh perusahaan penyalur makanan ringan yang berada di jalan Surodinawan Nomer 89 kecamatan Prajurit Kulon ini melanggar perjanjian bipartit yang di sepakati pada Januari lalu. Dalam perjanjian itu, perusahaan tidak boleh memindahkan atau menjual aset. Namun, pada tanggal 8 Februari lalu aset berupa gedung sudah tidak ditempati, sehingga akibatnya 25 karyawan yang dipekerjakan tidak mendapatkan pesangon.”Kita memohon agar Disnakertrans memfasilitasi penyelesaian permasalahan ini sehingga ada solusi yang baik,” ujar ketua FPPBI Hari Tjahyono, kemarin.
Setelah berorasi dan membentangkan poster tuntutan, tiga orang perwakilan lantas dipersilakan masuk untuk berdialog dengan kepala Disnakertrans Aknan.
Dalam dialog, perwakilan buruh meminta Disnakertrans tegas dalam memfasilitasi mereka.”Dialog bipartit sudah ada bahkan kita buat perjanjian namun mereka mengingkari. Ini jelas indikasi mereka lari dari tanggung jawab,” tegasnya.
Ditambahkan Hari sesuai UU ketenagakerjaan pasal 156 nomer 13 tahun 2003 tertulis perusahaan harus memberikan dua kali.”Tapi sampai sekarang nilai pesangon pekerja juga belum jelas,” imbuhnya.
Selain melanggar perjanjian lanjut Hari perusahaan itu ternyata diketahui tidak memiliki ijin dari pihak kelurahan maupun kepolisian menempati gedung.”Disnakertrans harus membela kepentingan buruh,” tuntutnya saat dialog.
Sementara itu kepala Disnakertrans Aknan mengatakan pihaknya berjanji akan memfasilitasi buruh dengan perusahaan.”Akan kita surati mereka,” katanya.
Lebih lanjut mantan kepala BKD ini mengatakan jika perusahaan itu akan pindah ke Pamekasan, pihaknya meminta buruh tidak khawatir lantaran kasus ini akan dilaporkan ke Disnakertrans Jawa Timur.”Jangan khawatir jika mereka pindah ke Pamekasan kita tetap memantau dengan melaporkan ke Disnaker Jatim,” pungkasnya. Setelah berdialog, puluhan aktivis buruh lantas meninggalkan kantor Disnakertrans.(yud)

Related posts:

This entry was posted in Mojokerto Kota, Terkini. Bookmark the permalink.