DINAS P DAN K MLEMPEM ANTISIPASI KASUS LAKA PELAJAR

Mojokerto-(mojokertoNews):  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) mlempem  menyikapi maraknya penggunaan motor protolan di lingkup sekolah dan aksi kebut-kebutan pelajar di Kota Mojokerto. Kadis P dan K, M. Ali Imron terkesan selalu menghindari pertanyaan media yang meminta tanggapan soal eksen Dinas menyikapi siswa bermotor dan tingginya laka lantas di daerahnya.

foto rasia motor protolan bagi pelajar di Kota Mojokerto/dok

Kontan, pasifnya Dinas mengundang penyesalan sejumlah kalangan pendidikan. Termasuk, Komisi III DPRD setempat yang menilai Dinas tak tanggap keadaaan. Sedang dari pihak wali murid menekan agar segera Dinas mengambil langkah kongkret.
Sebelumnya, Kasatlantas Polresta Mojokerto menyebut angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan anak baru gede di wilayah ini terbilang tinggi. Dari sepuluh kasus laka lantas tiga kasus melibatkan ABG.
“Jika ini sebuah masalah, hampir 80 persen pelajar yang usianya dibawah umur telah menjadikan motor sebagai transportasinya. Mungkin kita memberikan sebuah toleransi namun apakah mereka dibiarkan tanpa ada pengawasan dari Dinas atau sekolah.
Dari sekian banyak kasus laka banyak yang melibatkan pelajar dan Dinas (P dan K) tak peka soal ini,” cecar Abdullah Fanani, anggota Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Minggu (15/9).
Fanani menilai, unsur pembiaran terhadap keadaan ini membuat pelajar pada usia labil banyak terlibat dalam kasus dengan motor. “Misalnya, laka, menggunakan motor protolan, gank motor atau kebut-kebutan. Peran Dinas dan sekolah dibutuhkan disini. Jangan tunggu nanti-nanti hanya karena untuk ini tidak ada fee anggaran,” sindir politisi PKB.
Mestinya, lanjut ia, Dinas dan sekolah terlibat dalam satu aksi bareng menekan kasus yang belakangan heboh karena melibatkan anak musisi terkenal yakni Achmad Dhani. Jika tidak, katanya, maka kasus ini akan luput dari perhatian. “Saya salut dengan SMAN Puri yang melarang masuk pelajar pengguna motor yang tidak menerapkan sistem keamanan safety riding. Kapan pola macam ini di adopsi Kota Mojokerto,” tandasnya.
Desakan senada datang dari sejumlah orang tua siswa. “Terus terang kami cemas dengan tingginya angka laka lantas yang melibatkan pelajar. Cara mereka mengemudikan motor di jalan seringkali ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan yang lain. Kami prihatin jika Dinas hanya diam melihat kondisi ini,” cetus Husnan, wali murid SMKN 1.
Ia kuatir jika kecerobohan siswa ini didiamkan maka akan menambah deretan kecelakaan pelajar. “Mbok yao, Diknas bikin gebrakan yang nyata. Kalau saya kepala Dinasnya sudah standarisasi pengamanan bersepeda mutlak saya berlakukan. La ini?,” pungkasnya dengan gemas.
Dikonfirmasi soal gebrakan Dinas, Kadis P dan K, M. Ali Imron berusaha menghindari pertanyaan wartawan. “Iya nantilah. Saya kan masih baru,” katanya.
Dicecar langkah apa yang akan dilakukan dia pun tak menjawab dan mengangkat panggilan telepon di HP nya.
Sebelumnya, Polresta Mojokerto menggelar razia pelajar dadakan di sejumlah titik. Alhasil, tak kurang dari satu jam puluhan pelajar yang menggunakan motor protolan dan tidak membawa SIM dan STNK terjaring razia petugas.
Kasatlantas mengatakan jika angka kecelakaan yang melibatkan pelajar tinggi. Ia berharap tindakan ini bisa menurunkan angka laka lantas. (yud)

Related posts:

This entry was posted in Mojokerto Kota, Terkini. Bookmark the permalink.