SALAHI IJIN, POL PP LARANG SANRIO BEROPERASI

Mojokerto-(mojokertoNews):   Diduga menyalahi ijin, Satpol PP Kota Mojokerto menyegel sebuah waralaba Sanrio Mart yang belum beroperasi di Jalan Raya Meri, Kecamatan Magersari, Rabu (24/7). Tindakan ofensif aparat ini menyusul keberatan dari sejumlah warga sekitar atas rencana operasional minimarket tersebut.

foto: Sanrio mart di Kel. Meri

“Minimarket itu terpaksa kita segel karena ada sinyal keberatan dari warga sekitar,” ujar Kabid Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Mojokerto, Soegiono.

Selain faktor warga, alasan penutupan tersebut atas pertimbangan indikasi penyalah gunaan ijin dagang. Menurut Soegiono, ijin operasi Sanrio Mart adalah ritel atau toko eceran bukan swalayan. “Ijinnya ritel tapi penataan dagangan Sanrio Mart berkonsep swalayan. Tulisan pada neon box yang menyebut Mart menegaskan dugaan adanya pelanggaran ijin ini,” papar pria berkumis ini.
Sebelum melakukan penyegelan, petugas Pol PP sempat menghubungi Ivan, putra pemilik Swalayan Sanrio. Ivan sempat menanyakan dasar pelarangan operasi minimarketnya. Setelah dijelaskan, pria berkulit putih itu mau menerima penjelasan petugas dan menyilahkan tokonya disegel.
Ada dugaan, penutupan tersebut didasari himbauan Walikota yang melarang pendirian minimarket baru di Kota ini. Dengan alasan melindungi toko tradisional, Walikota Abdul Gani Soehartono meminta KPPT tidak menerima ijin pendirian waralaba baru. Satpol PP memampang tulisan penutupan ritel ini dengan dalih melanggar Perda Nomor 10 tahun 2011.”
Meski belum sempat beroperasi, swalayan tersebut sudah ancang-ancang dibuka menjelang lebaran nanti. Bahkan saat petugas melakukan penyegelan didalam toko nampak semuanya sudah lengkap siap untuk di buka.Atas rekomendasi Kantor perijinan bahwa swalayan tersebut
Ditemui terpisah, Walikota Abdul Gani menyatakan mendukung penutupan ritel ini. Menurut ia, pemberian ijin pendirian swalayan baru hanya akan merugikan pasar tradisional. ”Sesuai minimarket baru, Kantor Perijinan tidak lagi mengeluarkan ijin mendirikan swalayan lagi di Kota ini,” tegasnya.
Untuk menjaga komitmennya, ia akan menerbitkan Perwali berisi tentang pembatasan swalayan untuk landasan hukumnya. “Saya segera meluncurkan Perwali tersebut,” tugas Gani. (yud/oby)

Related posts:

This entry was posted in Mojokerto Kota, Terkini. Bookmark the permalink.